Tommy J. Pisa, sumber: google.co.id Tommy j. Pisa penyanyi lawas tersebut, hari ini jadi bintang tamu di acara Golden Memories. Meski rambutnya mulai memutih dan kerutan di wajahnya kian nampak, tapi suaranya masih emas. Menyaksikan beliau hari ini, membawa saya ke memori masa lalu. Di mana saya begitu akrab dengan lagu-lagu jadul, termasuk lagu beliau. Orang akan menyebut nama Rinto Harahap, Obbie Messakh atau Pance Pondaag jika ditanya siapa penyanyi pria jadul yang mereka tahu. Ketika saya bertanya ke Bapak, tentang penyanyi-penyanyi jadul, dia menyebutkan God Bless, Panbers, dan Gombloh. Ketika saya bertanya mengenai Tommy J. Pisa. Beliau mengernyit, dan cuma berkata kalau beliau tidak terlalu familliar dengan Tommy J. Pisa. Saya heran, secara saya yang saja tahu dan berasa akrab dengan lagu Tommy J. Pisa. Gak heran kalau Bapak saya tidak bisa bercerita banyak tentang idolaku itu. Dia bisa bercerita betapa ‘radio’ sangat terkenal di jamannya, t...
Menurut Aminuddin Ilmar, [1] dalam literatur hukum administrasi dijelaskan bahwa istilah wewenang seringkali disepadankan dengan istilah kekuasaan. Padahal istilah kekuasaan tidaklah identik dengan istilah wewenang. Kata wewenang berasal dari kata authority (Inggris) dan gezag (Belanda). Sedangkan istilah kekuasaan berasal dari kata power (Inggris) dan macht (Belanda). Dari kedua istilah tersebut jelas tersimpul perbedaan makna dan pengertian sehingga dalam penempatan kedua istilah tersebut haruslah dilakukan secara cermat dan hati-hati. Menurut Bagir Manan, wewenang dalam bahasa hukum tidak sama dengan kekuasaan ( macht ). Kekuasaan hanya menggambarkan hak untuk berbuat atau tidak berbuat. Dalam hukum, wewenang sekaligus berarti hak dan kewajiban (rechten en plichten) . Dalam kaitan dengan otoda, hak mengandung pengertian kekuasaan untuk mengatur sendiri ( zelfregelen ) dan mengelola sendiri (zelfbesturen), sedangkan kewajiban secara horizontal berarti kekuasaan untuk menyelen...
"Nak, sepatu ini untukmu berjalanlah sejauh yang kau bisa. Jika suatu saat sepatu ini, tak mampu lagi menemanimu datanglah kepada bapakmu," katanya. "Sepatu ini masih bagus, hanya perlu dijahit,"katanya lagi. "Kelak jika sepatu ini rusak, datanglah kepada bapakmu." Pria renta itu, selalu menunggu anaknya Ia berharap anaknya datang membawa sepatunya, dan ia akan menjahitnya. Sepuluh tahun berlalu, anaknya tak kunjung datang. Ia tetap menunggu. Pikirnya anaknya sudah menemukan sepatu baru. “Bisa saja sepatu barunya rusak dan minta dijahitkan,” gumamya. Bapak tua itu, tak lagi menjahit sepatu anaknya. Kini, ia lebih sibuk menjahit lukanya.
Komentar
Posting Komentar