Postingan

Menampilkan postingan dengan label #sajakindah
Sajak Rindu kutitip rindu pada rentang waktu jika tak menjelma jadi sajak biarkan ia memberi jejak pada jarak kelak, engkau 'kan tahu  betapa sulitnya tegak  kala raga berjarak

imaji

kau akan selalu terikat dalam imaji tak peduli seberapa pekat itu kau akan lekat di kepalaku  kurawat serupa ingatan-ingatan di awal tahun

Selepas Senja

Katanya harap mudah terkabul selepas senja Senja membawa tiap-tiap permohonan Kepada pemilik langit Selepas senja, namanya yang pertama "Senja, aku ingin ia bahagia," katanya. Setiap hari, ia menanti senja Merapal segala harapnya. "Ganti sedihnya dengan suka cita," mintanya. Selepas senja, ia tak berhenti bergumam Diambilnya secarik kertas Dituliskannya segala harap Hari berganti hari Harapnya tak kunjung kabul Rapalannya terputus bersama asanya Secarik kertas itu kini sampai kepada pemilik senja

Senjakala

April, kali terakhir kau menikmati senja Senja tak lagi menarik, katamu Ia tak lebih dari gambaran pilu Semuanya luluh, luruh, sebutmu lirih Marahmu berlabuh bersama senja kala itu Di bawah jingganya, kau luapkan sedih Mengapa langit membisu? Teriakmu Kau marah, hingga lupa merapal doa Kau terlampau sedih, hingga lupa Bahwa esok masih 24 jam Meski semua tak baik-baik saja

Temaram

Geram Redam Marah Padam Pelan Meracaulah dalam temaram Bergumamlah, kemudian diam Esok, barangkali lebih terang

Genting

Pikirnya terkungkung Imajinya tak lagi terbang Suara yang dulu lantang Kini tak lagi menantang Wajah garang Kini kian murung Tubuhnya rebah terlentang Dihelanya nafas panjang Selamat tinggal perjuangan .

Berlarilah!

malam berpulang namun rindu tak jua berpaling engkau yang kukenang dengan riang meski tak henti dirundung harap ingatku takkan hilang rinduku tergenang bersama hujan di sabtu kelabu rentang jarak, asa yang tak lagi terasa kepadamu nan jauh, hiduplah! cipta kenanganmu! akan kubuat jalan pulangku bersama rindu yang kian pilu harap yang membiru Berdirilah! berlarilah!