Postingan

Menampilkan postingan dengan label #Cerber

Dialog (di balik) Hujan

Gambar
Ilustrasi, Sumber: http://media.en.hawzahnews.com/Original/1395/08/18/IMG11273548.jpg Pukul 14.15, awan hitam berarak, perlahan butir-butir air langit tumpah ke bumi. Kaki-kaki manusia berlari mencari atap-atap untuk berteduh. Di bawah halte biru, gadis dengan rok hitam dan kemeja putih sedang berdiri. Tangan mungilnya menegadah, menanti tiap rintik hujan membasahi garis-garis tangannya. Ia begitu senang, hujan kali ini mewakili senangnya. Seakan Tuhan turut merayakan kebagahiaannya dengan menurunkan hujan. “Terima kasih untuk segala keberuntungan yang Engkau tetapkan.”  Dari binar matanya, perasaaanya tergambar begitu jelas. Baginya, saat-saat yang paling indah ialah ketika hujan turun. Saat itulah setiap doa kian dekat dengan Tuhan. Saat hujan pulalah, tangis tak akan terdengar. Di saat itu pula, rindu kian kelabu, kenangan takbisa tenang, dan hati takingin mati. Jika senja diartikan  dalam bait-bait suka maupun duka, dan fajar diartikan sebagai pengharapan untuk har...

Patah di Punggungmu

“Harapku jatuh di dadamu Nyatanya aku patah di punggungmu” Sulit, itulah yang dirasakan Amanda setelah berusaha untuk berpindah hati. Berbulan-bulan ia lalui untuk menghapus cinta sepihaknya. “Bukankah kamu yang pernah bilang bahwa hebatnya cinta sepihak itu, kamu bisa memulai dan mengakhirinya sesuka hati,” ujar Tasya. “Kamu bahkan tidak pernah menjalin hubungan bersama dia. Lalu, apa yang begitu sulit untuk sekedar lupa?” timpal Karin. Pecinta ulung, mungkin itulah julukan yang tepat untuk disematkan kepada Amanda. Tiga tahun mencintai sepihak orang yang bahkan hanya ia kenali dengan citranya. “Sepertinya ini bukan hanya persoalan hati. Ada mimpi yang harus kamu runtuhkan jika ingin melupakannya,” ungkap Tasya. “Jika bukan hati, lalu apa?” tanya Amanda. Memahami diri sendiri lebih sulit dibanding memahami orang lain. Amanda dengan segala impian idealnya. Bebas dan bahagia, maunya. Namun, terkungkung dalam mimpi yang dianggap ideal oleh orang-orang. “Be...